Monday, January 12, 2015

Otak Konslet


Menurut gue, pas TK, cinta itu polos banget, sepolos baju-baju nerawang yang digunakan oleh tante-tante girang di suatu tempat perbelanjaan yang pastinya menjual sebuah barang untuk dijual dan ternyata gue bercanda untuk menceritakan tante-tante dan tempat perbelanjaan tadi, maksud gue, cinta itu terasa polos karena semakhluk laki-laki dan perempuan belum merasakan apa itu cinta dan belum adanya saling ketertarikan antara cowo dan cewe.
Gue salah satu siswa dari TK Pelita Ibu yang hanya memakan bangku sekolah disertai desert berupa pelajaran di TK tersebut selama 1 tahun. Disana entah kenapa gue cuma fokus ke pelajaran yang gue suka tapi andaikan hati gue berkata jujur, gue lebih suka untuk maen bola, maen ayunan dan njot-njotan(jungkat-jungkit) sama temen gue daripada mikirin cewe atau lagu hits terbaru kaya anak2 zaman sekarang sebut saja lagu sakitnya tuh disini oleh Cita-citata, karena lo harus tau, anak-anak balita yang usianya sebelum 5 tahun dan diatas 3 tahun atau dalam kalimat matematikanya sebut saja balita itu X maka 3 < x > 5 , menyukai musik-musik dangdut dan sering kali joget-joget ga jelas, gerak-gerak pantatnya kaya bebek bohay jalan-jalan, dan so berarti joget-joget eksotis sudah terdidik sejak kecil disini.

Gue seneng main dan ngobrol sama temen2 gue apalagi sama yang cowo, gue rasa udah akrab dan nikmat banget maennya dan seperti yang gue bilang gue merasa kalau keberadaan cewe belum ada impact yang signifikan pada grafik kehidupan gue, itulah analisa gue layaknya pengamat ekonomi Libya, Mr.Trans Bin Gender ( jujur, gue ga kenal siapa ini) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . . . . .

No comments:

Post a Comment