Otak Konslet
Menurut
gue, pas TK, cinta itu polos banget, sepolos baju-baju nerawang yang digunakan oleh
tante-tante girang di suatu tempat perbelanjaan yang pastinya menjual sebuah barang
untuk dijual dan ternyata gue bercanda untuk menceritakan tante-tante dan
tempat perbelanjaan tadi, maksud gue, cinta itu terasa polos karena semakhluk
laki-laki dan perempuan belum merasakan apa itu cinta dan belum adanya saling
ketertarikan antara cowo dan cewe.
Gue
salah satu siswa dari TK Pelita Ibu yang hanya
memakan bangku sekolah disertai desert berupa pelajaran di TK tersebut selama 1
tahun. Disana entah kenapa gue cuma fokus ke pelajaran yang gue suka tapi andaikan hati gue berkata jujur, gue
lebih suka untuk maen bola,
maen ayunan dan njot-njotan(jungkat-jungkit)
sama temen gue daripada mikirin cewe atau lagu
hits terbaru kaya anak2 zaman sekarang sebut saja lagu sakitnya tuh disini oleh
Cita-citata, karena lo harus tau, anak-anak balita yang usianya sebelum 5 tahun
dan diatas 3 tahun atau dalam kalimat matematikanya sebut saja balita itu X
maka 3 < x > 5 , menyukai musik-musik dangdut dan sering kali joget-joget
ga jelas, gerak-gerak pantatnya kaya bebek bohay jalan-jalan, dan so berarti
joget-joget eksotis sudah terdidik sejak kecil disini.
Gue seneng
main dan ngobrol sama temen2 gue apalagi sama yang
cowo, gue rasa udah
akrab dan nikmat banget maennya dan seperti
yang gue bilang gue merasa kalau keberadaan cewe belum ada impact yang
signifikan pada grafik kehidupan gue, itulah analisa gue layaknya pengamat
ekonomi Libya, Mr.Trans Bin Gender ( jujur, gue ga kenal
siapa ini) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .